Semenjak mendeklarasikan diri sebagai sekolah Hijau Bersih
dan Sehat tanggal 5 Maret lalu, SMPN 12 Samarinda yang terletak di desa Tanah Merah,
Kecamatan Samarinda Utara, terus berbenah untuk menuju sekolah Adiyiwata.
“Kami menyelenggarakan program-program yang menyokong perubahan mindset dan manajemen disekolah menjadi sekolah berbasis lingkungan hidup, hijau, bersih dan sehat, “ demikian pernyataan Ainun Jariah, M.Pd, sang ibu kepala sekolah. “Dalam beberapa waktu belakangan ini, siswa, guru-guru dan staf sekolah kami bahu membahu mengadakan pembenahan agar sekolah mengarah pada sekolah adiwiyata. Kami telah membuat green house dan pembibitan tanaman, daur ulang sampah kering dan basah, membuat kompos bagi tersedianya pupuk bagi tanaman, membuat sawah mini untuk media belajar siswa tentang lingkungan, membatasi pemakaian energi (listrik dan air), melakukan indentifikasi tanaman-tanaman penting bagi kesehatan dan ramah lingkungan (penyedia oksigen bagi alam), membuat poster-poster, puisi dan karya ilmiah siswa tentang kerusakan lingkungan dan cara penanggulangannya, dll”, tambah Ainun.
“Dan yang lebih penting lagi, ke depan kami komit untuk mengalokasi 20 % dana sekolah (dalam RAPBS) untuk program adiwiyata ini, “ jelas Ibu kepala sekolah. “Harapan kami ke depan, sekolah kami bisa menjadi pelopor perubahan di Samarinda, bahkan bisa jadi di tingkat Kaltim. Karena
program Adiwiyata ini bisa bersinergi dengan semua program pemerintah, apakah itu Kaltim Green-nya Pak Gubernur, program HBS-nya Pak Walikota, bahkan program Sekolah berbasis lingkungan hidupnya Pak Menteri Lingkungan Hidup”.
Disisi lain Pak Lurah Tanah Merah Suwarto, S.Sos, menyambut gembira deklarasi sekolah SMPN 12. Beliau menyatakan, “Kami sangat terkesan dengan program yang diluncurkan oleh sekolah ini, karena ini menjadi ranah tugas pembinaan masyarakat bagi kami sebagai pemangku kebijakan
di Tanah Merah ini, dan dalam rangka kesiapan kami dalam mengikuti lomba HBS tingkat kelurahan se-kota Samarinda, kami merekomendasikan sekolah ini untuk menjadi salah satu titik sentral penilaian program HBS”.
Sementara itu, kepala program Adiwiyata sekolah, Sabto Buwang Adji, S.Pd, menyatakan optimis SMPN 12 bisa menjadi sekolah Adiwiyata tahun ini, mengingat hasil sementara verifikasi tim juri/ penilaian, secara administrative sekolah ini lolos menjadi satu-satunya wakil dari sekolah tingkat SMP se-Samarinda. “Kami bangga, karena dari sekian sekolah yang mengajukan aplikasi, kami bisa lolos verifikasi awal. Kemarin tim juri Adiwiyata bahkan sudah datang ke sekolah kami untuk
memberikan masukan terhadap program sekolah kami, dan kami optimis dengan siswa waktu yang ada kami akan sanggup mempersiapkan diri untuk menjadi sekolah Adiwiyata Pratama tahun ini. Ini semua atas berkat kerjasama dan kerja keras semua pihak, siswa, guru, staf dan masyarakat Tanah Merah”, demikian penjelasan Sabto.
Demikian berita dari SMPN 12 sekolah yang sudah meninggalkan stereotype sekolah pinggiran menjadi sekolah berprestasi dan sekolah yang hijau, bersih dan sehat. Kita doakan semoga selangkah lagi dapat tercapai sekolah kebanggaan warga Samarinda Utara bisa menjadi sekolah Adiwiyata dan sekolah sahabat bumi. Semoga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar