Bekali Anak Norma Sopan Santun, Hindari Kekerasan pada Perempuan
Ainun, Kepala SMPN 12KEKERASAN yang kerap menimpa anak perempuan sebagai korban, membawa keprihatinan tersendiri bagi Ainun, Kepala SMPN 12 Jl Raya, Tanah Merah, Poros Samarinda-Bontang.
"Saya prihatin maraknya kasus asusila yang kerap menimpa remaja putri hingga berujung kekerasan. Sehingga, melalui pendidikan bisa mengurangi tingkat kekerasan pada anak perempuan hingga putus sekolah," ujar ibu yang pernah mengajar di SMK Negeri 9 Samarinda ini.
Menurut Ainun, sekolah sebagai tempat pendidikan formal hendaknya menginformasikan pada siswanya untuk saling menghormati dan menjaga.
Ibu yang mengenakan jilbab ini pun mengatakan bahwa ia kerap kali masuk ke kelas. Untuk berdiskusi tentang kegiatan di sekolah dengan siswanya.
"Yang penting, anak-anak laki-laki dan perempuan harus dibekali norma sopan santun. Sehingga, satu sama lain bisa saling menjaga. Salah satunya untuk menghindari kekerasan pada anak perempuan," kata Aiunun.
Ibu yang mengenyam pendidikan S1 Jurusan Bahasa dan Seni dan S2 Magister Manajemen Pendidikan Unmul ini, sebagai perempuan tentunya ia miris mendengar kekerasan yang kerap kali menimpa anak. Terutama remaja perempuan.
Tidak heran, sebagai perempuan ia juga berusaha menjadi sosok ibu di mata siswa siswinya.
"Sehingga, saat memberikan nasihat pada siswa tentu akan lebih mudah. Karena, biasanya saya bisa menjadi sosok ibu bagi anak-anak saya di sekolah," ungkap Ainun.
Sebagai salah satu kepala sekolah perempuan, ibu yang pertama kali bertugas mengajar di SMP Negeri 11 Balikpapan ini, memiliki misi utama.
Salah satunya menghapuskan tindak kekerasan yang kerap kali dialami perempuan. Tentunya, salah satunya melalui jalur pendidikan.
Melalui pendidikan, ia berharap anak-anak dibekali berbagai ilmu. Tak hanya ilmu akademik, tetapi juga norma agama dan lingkungan. (ici)
http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/22/7379

Tidak ada komentar:
Posting Komentar