Sabtu, 22 Mei 2010

Siswa SMPN 12 Masuk 3 Besar OSN Fisika Mewakili Kaltim



http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/22/574

Sabtu, 22 Mei 2010
Siswa SMPN 12 Masuk 3 Besar OSN
Wakil Kaltim Bidang Fisika

JEREMI Tandi
, siswa SMP Negeri 12 Jl Raya, Tanah Merah, Samarinda Utara patut bangga. Dia diapit dua sekolah unggulan di Samarinda. Dengan meraih Juara 3 Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kaltim.

Jeremi masuk dalam tiga besar sebelum Aulia Astrilo dari SMPN 1 yang meraih peringat satu disusul M Faisal Mahdil siswa SMPN 2 yang berada diurutan kedua. Ketiga siswa bisa berhasil meraih peringkat 3 besar tertinggi untuk bidang fisika.

Kepala SMPN 12, Ainun Jariah mengatakan keberhasilan siswanya ini tentu saja menorehkan prestasi yang membanggakan bagi sekolah. Apalagi, ini merupakan prestasi pertama bagi siswa SMPN 2 yang mampu menembus tiga besar.

"Ini menjadi hadiah yang berarti untuk kami. Anak kami bisa lolos OSN bersama anak-anak unggul dari sekolah terbaik di Samarinda," ungkap Ainun.

Menurut Ainun, hal ini sekaligus membuktikan bahwa siswa dari sekolah pinggiran juga mampu bersaing dengan sekolah-sekolah favorit. "Prestasi ini memang menjadi kejutan untuk kami. Mudah-mudahan, prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa yang lain dan semakin meningkat setiap tahun," tambahnya.

Sementara itu, Ainun menambahkan bahwa prestasi yang diraih siswanya ini tidak lepas dari peran guru yang membina Jeremi selama ini. Terutama guru fisika yang tak pernah lelah mendampingi siswanya sebelum olimpiade ini.

"Pembinaan sains memang dilaksanakan rutin. Tentu saja prestasi ini berkat kerjasama semua pihak. Terutama ketekunan guru yang berhasil membina siswa sehingga mampu berprestasi bahkan hingga tingkat daerah," kata Ainun.

Sejak satu tahun kepemimpinan Ainun, SMPN 12 memang berubah drastis. Sekolah pinggiran yang tak dilirik masyarakat ini, berubah menjadi sekolah yang teduh, rapi dan bersih. Namun, tetap didukung dengan fasilitas yang modern.

Bahkan, Ainun menerapkan peraturan baru. Apabila libur sekolah, guru tak boleh ikut libur. Namun, harus mengikuti pelatihan yang digelar pihak sekolah. "Misalnya, liburnya dua minggu. Satu minggu untuk pelatihan dan satu minggu untuk libur," tambahnya. Pelatihan ini penting untuk menambah pengetahuan guru, khususnya untuk bidang teknologi informasi. (ici)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar